PPID Kab. Hulu Sungai Selatan

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kab. Hulu Sungai Selatan

PPID Kab. Hulu Sungai Selatan

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kab. Hulu Sungai Selatan

WABUP HSS HADIRI HAUL KE-1 KH M. AINI DI PONPES RAUDHATUL ‘ULUM GUMBIL

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti peringatan Haul ke-1 KH M. Aini bin H. Dul Hasim, pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul ‘Ulum Gumbil. Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir untuk mengenang sosok ulama kharismatik yang dikenal atas keteladanan dan dedikasinya dalam membina umat.

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Suriani, S.Sos., M.AP, turut menghadiri kegiatan tersebut yang dilaksanakan di kompleks makam almarhum, di belakang Pondok Pesantren Raudhatul ‘Ulum, Desa Gumbil, Kecamatan Telaga Langsat. Senin, 27 April 2026

Kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah, santri, serta masyarakat yang merupakan penerus perjuangan para ulama, yang memadati kawasan pondok pesantren. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten HSS Hj. Tata Syafruddin Noor serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS Hj. Misnawati Suriani.

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Tuan Guru H. Ahmad Syairaji, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan.

Wakil Bupati HSS H. Suriani yang hadir mewakili Bupati HSS dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar kegiatan mengenang, tetapi juga menjadi sarana untuk melanjutkan perjuangan para ulama.

“Kehadiran kita bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk menyambung sanad cinta serta meneguhkan ikatan ruhani dengan para orang saleh. Nilai, akhlak, dan perjuangan beliau harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, almarhum KH M. Aini merupakan sosok ulama yang memiliki keteladanan tinggi dalam berdakwah dan membina umat. Dakwah yang dilakukan dengan penuh kelembutan, kesabaran, dan keikhlasan menjadi warisan berharga bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum haul sebagai ajang introspeksi diri, khususnya dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai haul hanya menjadi kegiatan rutin tahunan tanpa membawa perubahan dalam diri kita. Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan memperkuat kecintaan terhadap ilmu agama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas