PERSIAPAN AKREDITASI RSUD DAHA SEJAHTERA, BUPATI HSS SOROTI KEBUTUHAN SDM DAN MUTU PELAYANAN
BANJARBARU – Menjelang pelaksanaan akreditasi, RSUD Daha Sejahtera tidak hanya mempersiapkan kelengkapan penilaian, tetapi juga membuka kembali berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) RSUD Daha Sejahtera Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati HSS H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos yang diwakili oleh Wakil Bupati HSS, H. Suriani, S.Sos., M.AP.,. Dalam kesempatan itu, Wabup menyampaikan sambutan tertulis Bupati yang menekankan pentingnya hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan pelayanan dan persiapan menghadapi akreditasi. Direktur RSUD Daha Sejahtera, dr. Hj. Masliani, dalam laporannya menyampaikan bahwa proses penilaian akreditasi dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026. Karena itu, Monev ini menjadi salah satu langkah untuk melihat kesiapan rumah sakit sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dibenahi sebelum pelaksanaan akreditasi.

Salah satu rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan bersama peningkatan mutu rumah sakit. Melalui kegiatan tersebut, jajaran RSUD Daha Sejahtera menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan di rumah sakit, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Daha. Dalam penyampaiannya, dr. Masliani juga memaparkan kondisi sumber daya manusia (SDM) yang saat ini berjumlah 204 orang karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan tenaga yang berasal dari luar wilayah Daha, di antaranya dari Kandangan, Barabai, dan Rantau. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan dalam Monev, termasuk usulan terkait kemungkinan peningkatan kesejahteraan pegawai melalui Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Selain persoalan SDM dan kesejahteraan pegawai, RSUD Daha Sejahtera juga menghadapi sejumlah kendala dalam administrasi dan pembiayaan. Direktur menyampaikan bahwa proses klaim BPJS Kesehatan belum dapat terealisasi 100 persen, termasuk adanya persoalan pada klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di sisi pelayanan medis, kebutuhan terhadap tambahan SDM juga masih menjadi perhatian, terutama untuk tenaga dokter spesialis. Ketersediaan tenaga medis tersebut dinilai penting untuk mendukung pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam menghadapi proses akreditasi.
Menanggapi berbagai hal yang disampaikan tersebut, Bupati HSS melalui sambutan yang dibacakan Wabup H. Suriani meminta agar hasil Monev tidak berhenti sebagai bahan evaluasi, tetapi benar-benar digunakan untuk memperbaiki mutu pelayanan RSUD Daha Sejahtera. “Saya harapkan jajaran RSUD Daha Sejahtera bisa menjadikan hasil Monev hari ini sebagai landasan untuk perbaikan kualitas mutu pelayanan. Pemkab pasti memperhatikan perkembangan RSUD Daha Sejahtera, karena rumah sakit ini memiliki peran yang sangat penting dalam melayani kesehatan di wilayah Daha,” pesan Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa persiapan akreditasi merupakan pekerjaan bersama seluruh unsur rumah sakit. Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan dapat segera ditindaklanjuti, terutama terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan, sehingga kesiapan rumah sakit menghadapi penilaian akreditasi dapat semakin baik. Sementara itu, di luar sambutan tertulis Bupati, Wabup H. Suriani turut memberikan tanggapan atas berbagai persoalan yang disampaikan jajaran RSUD Daha Sejahtera. Sebagai warga asli Daha, Wabup mengaku mengetahui sejumlah kondisi dan kendala yang dihadapi rumah sakit dalam menjalankan pelayanan sehari-hari.
Wabup menyampaikan bahwa berbagai persoalan tersebut, termasuk mengenai SDM, kesejahteraan pegawai, serta kendala BPJS, akan dibawa dan dikonsultasikan kepada Bupati HSS untuk dibahas lebih lanjut sesuai kewenangan dan kebijakan pemerintah daerah. Monev ini turut dihadiri Inspektur Daerah HSS, Direktur RSUD Brigjend H. Hasan Basry, Kepala BKPSDM HSS, Kabag Organisasi Setda HSS, perwakilan sejumlah OPD terkait, serta jajaran direksi dan staf teknis RSUD Daha Sejahtera.
Melalui Monev tersebut, Pemkab HSS tidak hanya melihat kesiapan RSUD Daha Sejahtera menghadapi akreditasi pada Oktober mendatang, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai kebutuhan dan kendala yang dihadapi rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Daha.
