DORONG BUDAYA LITERASI, BUNDA LITERASI HSS BUKA KEGIATAN BEDAH BUKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Dalam upaya terus mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya literasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Bunda Literasi Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bedah Buku Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (31/8/2026).
Kegiatan bedah buku ini menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan para pegiat literasi, pendidik, akademisi, penulis, serta membangun ruang diskusi dan berbagi wawasan. Selain memperkenalkan karya dan gagasan penulis, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku bukan sekadar aktivitas membaca dan mendiskusikan sebuah karya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya literasi, memperluas wawasan, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup dan terbuka bagi masyarakat.
“Kegiatan bedah buku ini bukan sekadar kegiatan membaca dan mendiskusikan sebuah karya. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita membangun budaya literasi, memperluas wawasan, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan daerah harus terus dikembangkan dan bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat untuk menyimpan maupun meminjam buku, tetapi harus mampu hadir sebagai pusat pengetahuan, ruang interaksi, ruang belajar, sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan terus kita dorong untuk melakukan transformasi. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus hadir sebagai pusat pengetahuan, ruang interaksi, ruang belajar, dan wahana pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, di mana perpustakaan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang maupun kondisi sosial.
Melalui kegiatan seperti bedah buku, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan buku dan semakin menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Budaya membaca yang kuat juga diharapkan mampu membentuk masyarakat yang memiliki wawasan luas, berpikir kritis, mampu mengembangkan gagasan, serta produktif menghasilkan karya.
“Melalui kegiatan seperti bedah buku ini, kita berharap masyarakat Hulu Sungai Selatan semakin dekat dengan buku, semakin gemar membaca, semakin kritis dalam berpikir, dan semakin produktif dalam berkarya. Sebab, masyarakat yang gemar membaca adalah masyarakat yang memiliki modal kuat untuk membangun masa depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bunda Literasi HSS mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan bersama. Menurutnya, perpustakaan akan semakin hidup apabila masyarakat tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga berdiskusi, bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, hingga menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.
“Mari kita hidupkan perpustakaan dengan membaca, berdiskusi, berbagi gagasan, dan menghasilkan karya. Dengan demikian, perpustakaan benar-benar dapat menjadi ruang yang memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor secara resmi membuka kegiatan bedah buku karya Dr. Wahyudi Rifani, M.Pd.I, dengan pembahas Assoc. Prof. Dr. Dini Mahdany, M.Pd.I.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah agenda seremonial, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kegemaran membaca dan memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten HSS. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para penulis, pendidik, pegiat literasi, dan masyarakat untuk saling bertukar pengetahuan serta melahirkan berbagai gagasan dan karya yang positif.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, menumbuhkan kegemaran membaca, memperkuat budaya literasi, serta menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan masyarakat Hulu Sungai Selatan yang semakin cerdas, berdaya, produktif, dan bersemangat untuk terus belajar,” pungkasnya.
Turut berhadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan sekaligus Dewan Pakar Evaluasi dan Pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Assoc. Prof. Dr. Dini Mahdany, M.Pd.I, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan atau yang mewakili, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan beserta jajaran, serta Dr. Wahyudi Rifani, M.Pd.I selaku penulis dan narasumber.
Hadir pula Ketua PGRI Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ketua AGPAII beserta anggota se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ketua MKKS SMA, para Pengawas PAI SD dan SMP, Komunitas Penulis dan Pegiat Literasi Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta para undangan lainnya.
