WABUP HSS HADIRI HAUL SYEIKH SAYYID MUHAMMAD SAMMAN AL-MADANI
Lantunan dzikir dan doa menggema di Majelis Ta’lim Nurul Fikri saat ratusan jamaah berkumpul mengikuti Peringatan Haul Syeikh Sayyid Muhammad Samman Al-Madani yang turut dihadiri Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Suriani, S.Sos., M.AP, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Keramat Ganda Baluti tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta mengenang keteladanan dan perjuangan dakwah Syeikh Sayyid Muhammad Samman Al-Madani.
Peringatan haul yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan tersebut dipimpin oleh KH. Ahmad Syairazi selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, didampingi Guru M. Haidar Abdullah sebagai Khadimul Majelis.
Ratusan jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Hadir pula para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan yang bersama-sama memanjatkan doa dan dzikir serta mendengarkan tausiyah keagamaan sebagai bagian dari rangkaian haul.

Kehadiran Wakil Bupati HSS pada kegiatan tersebut mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan yang berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, kegiatan seperti ini juga menjadi wadah untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan antarwarga.
Momentum haul turut menjadi pengingat akan pentingnya meneladani akhlak mulia, keilmuan, serta semangat perjuangan para ulama dalam menyebarkan syiar Islam. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bekal dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, religius, dan berlandaskan ajaran agama.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat diharapkan semakin erat dalam menjaga kerukunan, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal.
