MILAD KE-16 PONPES DALAM PAGAR: BUPATI HSS RESMIKAN IAI KHAS AL ARSYADI DAN LUNCURKAN BUKU INTERNASIONAL
Suasana khidmat dan meriah bercampur jadi satu menyelimuti Kompleks Pondok Pesantren Dalam Pagar (Ponpes Dalpa) Kandangan pada Selasa malam (10/02/2026). Ribuan santri dan tokoh penting berkumpul di halaman dalam kompleks yang berlokasi di Jl. Al-Falah tersebut untuk merayakan Milad ke-16 Ponpes Dalpa sekaligus MDT. Al-Busyra. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Syafrudin Noor, SE, S.Sos, bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD HSS, para Kepala OPD, para habaib, alim ulama dan para pengajar. Kehadiran para tokoh ini mempertegas posisi Ponpes Dalpa sebagai salah satu pilar pendidikan agama utama di Bumi Antaludin.
Mengusung tema “Menunjukkan Kesuksesan Sang Pejuang, Untuk Generasi Santri yang Cemerlang,” peringatan tahun ini menjadi tonggak sejarah baru bagi yayasan. Rangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas para santri-santriwati dalam menunjukkan bakat seni dan religi. Ada pula literasi global dengan peluncuran buku English for Global Islamic Education, sebuah langkah berani dalam membekali santri dengan kemampuan bahasa internasional. Dan yang mengejutkan adalah peresmian Institut Agama Islam (IAI) KHAS Al Arsyadi, yang menandai peningkatan status pendidikan tinggi di bawah naungan pondok yang sebelumnya adalah berstatus Sekolah Tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati HSS H. Syafrudin Noor menyatakan kekagumannya atas perkembangan pesat Ponpes Dalpa yang di usianya ke-16 telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa.
“Pemerintah Kabupaten akan terus mendukung segala program di Ponpes agar terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Ponpes ini adalah aset berharga bagi Pemkab dan masyarakat HSS dalam membentuk kedisiplinan dan akhlak mulia,” ujar Bupati.
Dirinya juga memberikan apresiasi khusus kepada pengasuh pondok atas dedikasi dan keikhlasannya dalam memajukan kualitas keagamaan di daerah, sehingga mampu melahirkan alumni yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pengasuh Ponpes Dalpa, TGH. Ahmad Sairazi, SM, dalam momen penuh haru menceritakan kilas balik berdirinya pondok pada tahun 2010. Dimulai hanya dengan 20 orang santri, kini di tahun 2026, jumlah santri telah melonjak drastis hingga lebih dari 5.000 santri putra dan putri.
“Segala jerih payah ini Insya Allah akan mendapat ganjaran pahala dari Allah. Keberkahan ini tidak lepas dari doa para ulama, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkap TGH. Ahmad Sairazi sembari mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan habaib yang setia mengabdi.
Kegiatan dimulai dengan salat Isya berjemaah dan makan malam bersama. Selain acara seremonial di area dalam, halaman depan kompleks juga disulap menjadi pusat keramaian dengan adanya Pentas Seni Santri, Bazaar UMKM dan Stand Pameran Pendidikan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Yayasan Raudhatul Ghanna An-Nabawiyyah, yang terus berkomitmen membawa Ponpes Dalpa menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Kalimantan Selatan.
(Kominfo-HSS/AJP/10022026)
