PPID Kab. Hulu Sungai Selatan

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kab. Hulu Sungai Selatan

PPID Kab. Hulu Sungai Selatan

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kab. Hulu Sungai Selatan

PJ BUPATI HSS DUKUNG AKSI NASIONAL CETAK SAWAH UNTUK KEMANDIRIAN PANGAN

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, berbagai langkah strategis terus digalakkan, salah satunya melalui optimalisasi lahan pertanian dan cetak sawah baru. Langkah ini menjadi harapan besar untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Guna mendukung hal tersebut, Penjabat Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Endri, AP., M.AP, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bertema “Akselerasi Kegiatan Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah Menuju Indonesia Swasembada Pangan.” Acara yang berlangsung di Galaxy Hotel, Banjarmasin, pada Senin (30/12) malam, turut dihadiri Dandim 1003 HSS Letkol Inf Putut Januarto dan Kepala Dinas Pertanian Kab. HSS Muhammad Noor, SP.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, para kepala daerah atau perwakilannya, Kejati Kalsel, TNI/Polri, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, serta perwakilan kontraktor dan tamu undangan lainnya.

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam arahannya menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung swasembada pangan nasional. Dengan luas lahan produktif mencapai 500 ribu hektare, provinsi ini berpotensi memproduksi hingga 5 juta ton padi per tahun jika dikelola secara optimal.

“Oplah di Provinsi Kalimantan Selatan telah meningkat dari 80 ribu hektare tahun lalu menjadi 120 ribu hektare tahun ini. Artinya, kekurangan beras nasional dapat ditutupi dari Kalimantan Selatan,” ungkap Menteri Pertanian.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah telah ditetapkan sebagai penopang cadangan pangan nasional. Program cetak sawah nasional di Kalimantan Selatan akan meliputi lahan seluas 75 ribu hektare, yang diproyeksikan menghasilkan 1 juta ton gabah.

“Ini adalah wujud perhatian besar dari Presiden RI. Anggaran untuk mewujudkan swasembada pangan dinaikkan secara signifikan, dari Rp6,9 triliun pada 2024 menjadi Rp29 triliun,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Menteri Pertanian juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam menekan angka defisit beras nasional. “Tahun ini kita menghadapi defisit 5 juta ton, namun berkat upaya bersama, hingga malam ini defisit tersebut hanya tersisa 500 ribu ton,” katanya.

Menteri Pertanian RI mengajak semua pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan dan mewujudkan cita-cita luhur negeri menuju swasembada pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas